Tampilkan postingan dengan label pengalamanku:. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalamanku:. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 November 2009

"Untukmu Guruku Kuingat Karyamu"




Kadang kala -atau bahkan sering- aku melupakan jasa-jasa orang yang sangat berjasa bagi hidupku.
Jasa guru, teman, kawan, saudara, dan juga orang tua.
Semoga dengan menampilkan foto ini, aku bisa mengenang jasa-jasa guruku, khususnya guru-guru di SD Kanisius Harjosari.

Semoga...

Kamis, 03 Januari 2008

Obral beras? (cuma Rp.1.600,-/kg)

Bagi sebagian orang yang memiliki penghasilan tetap dan besar, kenaikan harga sembako bukanlah sebuah permasalahan. Mereka tetap bisa membelinya dan tetap bisa memenuhi kebutuhan mendasar yaitu pangan. Namun, tidak demikian dengan kaum lemah (penghasilannya), kenaikan harga sembako (yang biasanya diikuti kenaikan harga-harga produk lainnya) berdampak dan menjadi salah satu beban baru bagi mereka.

Seperti saat terjadi kenaikan harga beras. Sebagian orang di negeri ini bahkan ‘harus’ rela menurunkan kuantitas makannya. Dari tiga menjadi dua kali dalam sehari, bahkan ada yang terpaksa satu kali sehari. Sebagian yang lain, menurunkan ‘kasta’ makanan pokok agar tetap bisa ‘sekedar hidup’. Asal perut terisi dan keyang. Dari nasi beralih ke tiwul (ketela yang dijemur hingga kering, lalu ditumbuk halus menjadi tepung dan dimasak). atau masih tetap nasi, tetapi asal bahannya diubah yang lebih murah. Nasi (beras) ke nasi (jagung).

Maka tidak mengherankan, bagi ‘kaum lemah’, beras murah adalah sebuah anugerah yang bisa membangkitkan gairah. Wajah-wajah itu yang terlihat di lingkungan saya beberapa hari yang lalu, saat pembagian beras murah bagi ‘kaum lemah’. Beras dengan harga Rp.1.600,-/ kg. Memang tidak banyak, hanya untuk 50 orang dan masing-masing hanya memperoleh 5kg. Namun ternyata, beras itu bisa menjadi ‘solusi sementara’ bagi mereka. Setidaknya mereka tidak perlu kuatir untuk memikirkan makan apa, dalam beberapa hari ke depan.

Sekecil apapun yang bisa kita perbuat bagi ‘kaum lemah’, sangat berarti dan bernilai bagi mereka. Teman, perbuatan kecil seperti apa yang sedang Anda persiapkan bagi mereka, hari ini?


Mari kita peduli dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana yang bisa kita lakukan, saat ini juga.


Salam,

R. Lilik Siswanto, Kab. Semarang, akhir tahun 2007.
.

Kamis, 22 November 2007

Dengan Mas Wendo

Mas Wendo, bagi saya adalah sosok seorang penulis yang cerdas. Tulisan-tulisannya lugas dan memuat pesan yang mendalam. Mengalir ‘deras’ sehingga membuat saya masuk ke ‘arena permainan kata’ yang dibuatnya. Seperti ketika saya sedang menikmati ‘ramuan kata’ di bukunya yang berjudul ‘Mengarang itu Gampang’. Saya seperti sedang bercakap-cakap dan bertatap muka langsung dengannya. Benar-benar, saya dibuai oleh ‘racikan’ sapaan-sapaan di buku itu. Sehingga mengingatkan saya ketika bertemu dan mewawancarainya, dua setengah tahun lalu. “Mas Wendo, kapan keluarga Cemara jilid 2 nongol di tipi?”

SELAMAT DATANG

[blog ini berisi tulisan, karya, dan pemaknaan terhadap perjalanan hidup saya]

Yang telah terbit:..

 

brankas coretan:..


Buku Tamu:


Free shoutbox @ ShoutMix

Jumlah Pengunjung

Powered By Blogger